Jumat, 09 Mei 2014

Green Thought



Green  Thought
Green Thought merupakan  pemikiran baru dalam Ilmu Hubungan Internasional. Pemikiran ini muncul karena banyaknya masalah-masalah lingkungan sekarang ini seperti kelangkaan sumber daya  alam, penipisan ozon dan pemanasan global.
Green Thought berpendapat bahwa hubungan antara manusia dengan alam secara luas menjelaskan krisis lingkungan hidup yang sedang terjadi saat ini dan berbagai fase hubungan ini perlu disusun ulang secara mendasar, jika planet dan semua penghuninya memang ingin menikmati sebuah masa depan yang aman. Intinya adalah sebuah kepercayaan bahwa dunia itu terdiri dari serangkaian ekosistem yang saling berkaitan. Green Thought menuntut perubahan-perubahan mendasar dalam hal organisasi sosiopolitik dan penghargaan bagi spesies non-manusia.  Para pendukung Green Thought ini terlibat dalam :
1.      Suatu penolakan terhadap strategi-strategi pembangunan yang terlalu mendororng pertumbuhan ekonomi hingga jauh di atas kualitas kehidupan.
2.      Keyakinan bahwa campur tangan mannusia dalam hokum alam saat ini sedang mengancam keberlangsungan keberlangsunngan hidup manusia dan spesies lainnya.
3.      Sebuah desakan atas perlunya perubahan mendasar dalam struktur sosial, ekonomi, dan teknologi, dan isstem ideology/nilai.
4.      Suatu etika yang berdasarkan ‘teori tentang nilai yang peduli pada lingkungan’ yang menempatkan nilai intrinsic daloam kehidupan non-manusia.
5.      Sebuah komitmen aktif terhadap penerapan perubahan yang diperlukan untuk mencapai masa depan  yang ‘hijau’, yang mencakup promosi gaya-gaya hidup alternative , nilai-nilai dan suatu desentralisasi kekuasaan.


Referensi :
Jill Steans & Lloyd Pettiford. Hubungan Internasional : Perspektif dan Tema. Pustaka Pelajar. Yogyakarta. 2009.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar