Green Thought
Green
Thought merupakan pemikiran baru dalam
Ilmu Hubungan Internasional. Pemikiran ini muncul karena banyaknya
masalah-masalah lingkungan sekarang ini seperti kelangkaan sumber daya alam, penipisan ozon dan pemanasan global.
Green
Thought berpendapat bahwa hubungan antara manusia dengan alam secara luas
menjelaskan krisis lingkungan hidup yang sedang terjadi saat ini dan berbagai
fase hubungan ini perlu disusun ulang secara mendasar, jika planet dan semua
penghuninya memang ingin menikmati sebuah masa depan yang aman.
Intinya adalah sebuah kepercayaan bahwa dunia itu terdiri dari serangkaian
ekosistem yang saling berkaitan. Green Thought menuntut perubahan-perubahan
mendasar dalam hal organisasi sosiopolitik dan penghargaan bagi spesies
non-manusia. Para pendukung Green
Thought ini terlibat dalam :
1. Suatu
penolakan terhadap strategi-strategi pembangunan yang terlalu mendororng
pertumbuhan ekonomi hingga jauh di atas kualitas kehidupan.
2. Keyakinan
bahwa campur tangan mannusia dalam hokum alam saat ini sedang mengancam keberlangsungan
keberlangsunngan hidup manusia dan spesies lainnya.
3. Sebuah
desakan atas perlunya perubahan mendasar dalam struktur sosial, ekonomi, dan
teknologi, dan isstem ideology/nilai.
4. Suatu
etika yang berdasarkan ‘teori tentang nilai yang peduli pada lingkungan’ yang
menempatkan nilai intrinsic daloam kehidupan non-manusia.
5. Sebuah
komitmen aktif terhadap penerapan perubahan yang diperlukan untuk mencapai masa
depan yang ‘hijau’, yang mencakup
promosi gaya-gaya hidup alternative , nilai-nilai dan suatu desentralisasi
kekuasaan.
Referensi :
Jill Steans & Lloyd Pettiford. Hubungan
Internasional : Perspektif dan Tema. Pustaka Pelajar. Yogyakarta. 2009.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar